3 ORGANISASI TERORIS TERBESAR DI DUNIA

Organisasi Teroris Terbesar Di Dunia

Teroris adalah suatu istilah yang diberikan kepada suatu kelompok atau organisasi yang melakukan tindak kekerasan atau brutal yang dapat membuat keresahan warga. Pada artikel kali ini kita akan membahas 3 organisasi Teroris Terbesar Di Dunia. Berikut rangkuman kami akan ke 3 Organisasi Teroris Terbesar Di Dunia:

1. ISIS (Islamic State Iraq And Syria)

teroris isis
Berdiri tahun 2004 di bawah pimpinan ABU BAKR al-Baghdadi, ISIS terkenal secara global dari tahun 2014 dan menjadi teroris terbesar di dunia saat ini. tingkat kekejaman dan kebrutalnya sangat mengerikan dari pemenggalan kepala sandera oleh anak kecil, perbudakan perempuan sebagai objek seks, penghancuran situs-situs berharga, penjarahan dan pembunuhan masal. Teritori ISIS dari Yemen, Afganistan, Somalia, Mesir, Congo, Tunisa, Arab Saudi, Pakistan, Philipina, Indonesia, Amerika Serikat dan masi banyak lainnya.

2. Boko Haram

Teroris Boko Haram
Berdiri tahun 2002 di bawah pimpinan Mohammed Yusuf, kemudian di ambil ahli oleh Abubakar Shekau dari tahun 2009. Sejak tahun Agustus 2016 kelompok teroris ini aliansi dengan ISIS, kesadisan teroris ini sama dengan ISIS. Teritori Boko Haram dari Nigeria dan Amerika Serikat. Boko Haram juga pernah melancarkan aksi pemboman di markas PBB.

3. Lashkar-e-Taiba

Teroris Lashkar-e-Taiba
Lashkar-e-Taiba memiliki arti Pasukan tuhan, adalah kelompok teroris terbesar di asia selatan. Operasi utama kelompok ini adalah Pakistan, Berdiri tahun 1987 di bawah pimpinan Hafiz saeed, Abdullah Azzam dan Zafar Iqbal. Berdasarkan laporan intel di ketahui kelompok ini di danai oleh Osama Bin Laden.

Terdapat berbagai kekejaman yang di lakukan oleh kelompok teroris ini, tetapi berdasarkan beberapa laporan yang ada kelompok ini memiliki organisasi amal untuk penduduk di pakistan, bahkan memiliki sekolah dan rumah sakit untuk warga di pakistan.

DUA JARINGAN TERORIS DI TANGKAP DI MEDAN

Setelah meringkus terduga teroris di Kota Tanjung Balai, Selasa (15/5), pengembangan terus dilakukan Tim Densus 88 Anti Teror ke Kota Medan. Sekitar pukul 14.30 WIB Tim Densus 88 AT Mabes Polri bersama dengan Dit Intelkam Poldasu berhasil mengamankan terduga teroris di Simpang Sei Sikambing Sekip Kecamatan Medan Petisah yang tengah menunggu orderan ojek online.

Terduga teroris adalah Muhammad Yusuf Rangkuti (28) warga Jalan Pukat I Gang Sekolah Nomor 4 Kelurahan Banten Kecamatan Medan Tembung. Selanjutnya pukul 16.00 WIB, Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri bersama dengan Dit Intelkam Poldasu juga berhasil menangkap Syafrizal Lubis (38), seorang penjual susu kedelai keliling yang memiliki 2 orang anak. Tersangka ini diamankan ketika mengendarai sepeda motor keluar dari Masjid Ulayat di lahan Garapan Desa Sampali Kecamatan Percut Sei Tuan.

Berikutnya petugas melakukan penggeledahan terhadap rumah terduga teroris di Jalan Semenanjung II lahan Garapan Pasar IV Desa Sampali Kecamatan Percut Sei Tuan.

Setelah satu jam kemudian sekira pukul 17.00 WIB Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri bersama dengan Dit Intelkam Poldasu bergerak menuju kediaman salah satu pelaku teroris bernama Wahyu (38). Namun pria yang memiliki 2 orang anak ini keburu melarikan diri dan rumahnya dalam keadaan Kosong.

Atas pengungkapan ini, Kabid Humas Polda Sumut, AKBP Tatan Dirsan Atmaja, membenarkannya. ”Benar telah dilakukan penindakan terhadap terduga pelaku teroris oleh Densus 88 Mabes Polri yang diback up oleh Polda Sumut. Saat ini masih dalam pengembanganan. Untuk jumlah belum bisa kita pastikan. Hanya saja benar ada yang dilakukan tindakan tegas (Ditembak, red). Namun data resminya kita belum ada,” ungkapnya via pesan Whatsapp.